Jadilah Orang “Yang Bermanfaat”. Di dalam hidup ini, kita tak perlu berupaya untuk menjadi seseorang yang disegani, apalagi ditakuti. Tetapi jadilah seseorang yang berguna bagi siapa pun di sekeliling diri kita. Kita wujudkan jiwa kepemimpinan dalam diri kita, agar diri kita bisa menjadi seseorang yang menginspirasi orang lain.
Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar Berbuat Baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. Makna Surat Luqman Ayat 14
SAAT berdoa ada baiknya kita juga mendoakan orang lain di sekitar kita, apalagi kalau orang tersebut dalam masa kesulitan. Namun dalam pelaksanaannya, ada hal yang harus diperhatikan saat kita mendoakan orang lain. Dikutip dati Muslim.or.id, salah satu adab ketika berdoa adalah mendoakan diri sendiri terlebih dahulu sebelum mendoakan orang lain.
Kepada-Nyalah semua manusia akan kembali sesudah mati dan mempertanggungjawabkan semua amal di dunia. Seluruh manusia akan menerima balasan sesuai dengan amal masing-masing, sebagaimana firman Allah: Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat
Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Jika kalian kafir dan seluruh penduduk bumi juga kafir, maka efek negatifnya kembali kepada kalian sendiri, karena sesungguhnya Allah Mahakaya dengan diri-Nya, berhak untuk disanjung dengan sendiri-Nya, iman orang-orang Mukmin tidak memberi-Nya manfaat, kekufuran orang-orang kafir tidak merugikan-Nya.
hutbah Jumat di Masjid Haji Keuchik Leumiek (HKL) Banda Aceh, dengan khatib Tgk Saifuddin SAg dan Imam Tgk H M Ikhsan AB, SE, Jumat (1/10/2021).
Mengapa demikian? Sebab Allah tidak membutuhkan amalan-amalan baik tersebut. Yang membutuhkannya adalah diri kita sendiri. Sebagai contoh, kita berpuasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan, kebaikannya akan kembali kepada diri kita sendiri, keutamaan yang kita dapatkan akan kembali kepada diri kita, bukan kepada Allah apalagi sesama manusia.
Di bumi ini tempat kita beramal, sedangkan di akhirat adalah tempat amalan kita itu dibalas. Sehingga dalam lanjutan ayat disebutkan, “dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk).” Artinya, kepada Allah tempat kita kembali dan kita akan dibalas. Lihat Tafsir As-Sa’di, hlm. 600-601. Balasan manusia akan nampak pada catatan amal dan
Dari semua ayat di atas kita tahu bahwa manfaat melakukan kebaikkan kepada sesama ternyata akan kembali pada diri kita. Itu janji Allah Swt. Oleh karena itu, marilah waktu yang ada kita gunakan untuk berinvestasi dalam kebaikan sesuai kemampuan yang kita miliki.
Saudaraku, menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Setiap Muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman:
1oneo.